Showing posts with label Surat Cinta. Show all posts
Showing posts with label Surat Cinta. Show all posts

Surat Terbenam

0 comments
Dan biarlah kau tak tahu dan tak akan pernah tahu,
aku menyimpan secarik kertas menjejerkan rasaku dalam kata yang tak akan sampai di tanganmu, selamanya.

Rasa yang terkurung beku dalam secarik kertas yang tersimpan apik dalam lemari, perlahan menguning, seiring waktu lapuk berderai dan terkubur bagai sebuah fosil kenangan.
"Maaf,aku tak punya keberanian menyampaikannya padamu".

[baca selengkapnya...]

I'm sorry I Love U

0 comments
Aku yang salah....

Bukan salahmu, aku yang bersalah membiarkan jemariku lincah menarikmu tanpa kau sadari, berputar dalam imajinasi yang telah terpanah. Lalu membidik telak.

Bukan salahmu, aku yang bersalah membiarkan bisikanmu menghasut bawah sadarku, geletar tubuh yang dahaga akan sebuah kejujuran yang bening membuatku lupa diri, melayang tak injak bumi. Melupakan kebenaran di hadapan. Telak.

Bukan salahmu, aku yang bersalah menyelinap diantara keletihan juga kehausan yang berada diantara kita berdua. terjebakkah lalu kita? Uummh........

Bukan salahmu, aku yang bersalah membiarkan semua mengalir begitu menenangkan, menikmati kenyamanan tak tergantikan, hati berdegub begitu riang, ingar bingar dalam sepi hanya kita yang tahu dan rasa....

Ahh, My Fault.... I'm sorry I Love U.

[maaf]

[baca selengkapnya...]

#Terimakasih

0 comments
Engkaulah Perempuan itu,,
yang telah meruntuhkan 'aku'
merompak sisa hatiku yang melara tanpa sisa
mencoba barengi membelah kelam
belajar dari tiap-tiap tetesan lukanya
meski acapkali gemetar tak tertahan ingin meruahkan sedusedan
:pelukmu selalu ada untukku.

"padma layu mengering
di atas batu hitam
dalam tumpukan padam
alpa pada apa yang terucap tertindak.
luka mengurai awal akhir, ujung hingga pangkal

:Engkaulah Perempuan itu yang telah meruntuhkan 'aku',merompak sisa hatiku yang melara......Tak biarkan tersisa.
#Terimakasih
[baca selengkapnya...]

Mencintaimu bersama diam

0 comments
Ya Allah...,
Atas kehendak rasa
Aku mencintainya dalam diam
Jika diamku membawa sebuah isyarat
Jagalah pandangan dan hatiku dari segelintir nafsu...
Yang membutakan mata

Ya Allah....
Jika yang kurindu dalam diamku akhirnya bukan untukku
Leburkanlah rasa ini
Bersama waktu mengalun pergi
Kikiskanlah rasa ini
Yang sangat tak bertepi

[mencintaimu bersama diam]

[baca selengkapnya...]

Tersungkur dalam Kecup rindu

0 comments
Bagaimana akan membuatkan puisi lagi 
jika keindahan puisi-puisi yang lalu 
sudah pudar oleh kedinginanmu. 

Bagi pecinta ketulusan dan keseriusan, 
kata-kata pun bisa menjadi puisi-puisi 
yang keindahanya awet sampai kapanpun. 

Puisiku hanya untuk yang merinduiku sepenuh hati. 
Tak ada kata-kata main dalam kamus cintaku. 
Iya atau tidak sama sekali. 



[baca selengkapnya...]

Satu nama & hati

0 comments

"Maafkan aku....." lirihku
bisiki hatimu yg mengerang menahan nyeri?
Tak mampu berdusta atau mendustai hati yg lain
Itu bukan Aku, Khayalanku...

Atas sebuah hati
Aku berusaha menegar meski terombang ambing raga
serasa tak bernyawa tapi masih terasa

Atas sebuah Kata yg telah terdengar
Dan mengendap di setiap bilik-bilik jiwaku
Aku bertahan untuk Satu Nama & Hati..

Selayaknya dia padaku..
Maafkan ku lukaimu...
"resah kutinggalkan dirimu yg masih termanggu 
ku yakin waktu & rupa" lain kan bantumu lupakanku...

[baca selengkapnya...]

Keindahan tak tergantikan

0 comments
Dik,..
Kau selalu membuatku yakin. 
Cinta adalah bukti, bukan statistika. 
Cinta adalah pasti, bukan probabilitas. 

Dan kau, kalimat terindah 
dalam definisi cinta 
yang dibuat Tuhan untukku. 

di antara langit dan bumi. 
Kau kalimat syukurku kepadaNya.

[baca selengkapnya...]

Do'a seorang wanita untuk belahan jiwanya

0 comments

Aku berdoa untuk seorang laki-laki, yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seorang laki-laki yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu.

Seorang laki-laki yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
seorang laki-laki yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu.

Seorang laki-laki yang mempunyai hati sungguh mencintai dan haus akan Engkau
dan memiliki keinginan untuk mentauladani sifat-sifat Agung-Mu.

Seorang laki-laki yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
seorang laki-laki yang mempunyai hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.

Seorang laki-laki yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghargaiku
seorang laki-laki yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah
seorang laki-laki yang mencintaiku bukan karena lahiriahku tetapi karena hatiku.

Seorang laki-laki yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi
seorang laki-laki yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika di sebelahnya.

Seorang laki-laki yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
seorang laki-laki yang membutuhkan do’aku untuk kehidupannya
seorang laki-laki yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya
seorang laki-laki yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta .

Buatlah aku menjadi seorang wanita yang dapat membuat seorang laki-laki itu bangga
berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sehingga aku dapat mencintainya
dengan cinta-Mu, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat-Mu yang kuat sehingga kekuatanku datang dari-Mu bukan dari luar diriku
Berikan aku tangan-Mu sehingga aku selalu berdoa untuknya.

Berikanlah aku penglihatan-Mu sehingga aku dapat melihat
banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja
Berikanlah aku mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaan-Mu dan pemberi semangat,
sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan
“Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku
seorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat
dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.

Amin……


[baca selengkapnya...]

Catatan Kecil untuk Lelaki yang Mengasihiku...

0 comments

Oleh : Perempuan di Keheningan

Catatan Kecil untuk Lelaki yang Mengasihiku - Kepadamu, yang selalu meninggalkan sebait Tadzkirah di batok kepalaku, tiap ba'da Subuh, sebelum genggam jemarimu menuntun langkahku ke ambang pintu, menyambut rekah fajar yg berbinar.

ya, bahwa pada akhirnya ku akui, di belakang mu lah ku pesan satu tempat terindah untuk menggenapi rangkaian sujud-sujudku, pada Dhuha hingga akhir Witir nanti.

dan aku tak mengelak, degup di dada kian menjadi, manakala menatap teduh wajahmu yg terbasuh Wudhu ;aku semakin kepincut ketika kudengar derit pintu malam hari, bersambung dengan kecipak air dari belakang rumah, pada duapertiga malam, adalah Wudhu mu. ya..lantunan kidung pujimu kepada Sang Khalik semakin menghebatkan getar-getar kagumku.

angkuhku luruh kecewaku binasa satu hal yang ku mau kini ; dan biarkan kepadamu ku tetap berbagi bakti, hingga kelak ku dengar Engkau lafalkan :" Wal ladziina yaquuluuna Rabbana hablana min azwaajina wa dzurriyatina qurrta a'yuniw waj'alna lil muttaqiina imaama..".

benar aku, yang tetap inginkan dampingi waktumu berbuka puasa hingga jelang Imsak menyapa. benar, jika di ijinkan kupesan satu ruang di Surga, degan menjadikanmu Imam atasku dan keturunanku.
[baca selengkapnya...]

Selembar Terimakasih untuk Abi

0 comments

Selembar Terimakasih untuk 'Abi' - Tidak ada yang berubah di tempat ini ketika petang tadi engkau bertandang kemari. Aku masih sama, menikmati sore yg bergerimis.Juga tentang pondok lawas yang tiba-tiba kau kunjungi, disini kedua tangan senantiasa sibuk mencabuti belukar yang juga masih setia merimbun, tumbuh meninggi di tepi penantianku tentang purnama yg sedianya hendak kulewatkan bersama sepijar bintang, namun kini raib entah di langit mana.

Hampir saja aku menyarankan untuk kau berbalik arah membelakangi, jika saja tak kau dahului dengan melayangkan sebentuk kasih dikeningku yang tak sanggup ku tangkis selembut apapun caraku.

Sedang engkau tahu,ada sembilu memahat rongga dadaku. Hanya ucapmu sederhana, terlontar sembari kedua tanganmu mengusapkan airmata ; Ikhlaskan pijarnya, yang tak dapat terangimu sepanjang yang kau mau.

"Ini aku disampingmu....yang sedari dulu tiada pernah sanggup menjauh dari adamu",  ku pandang kembali, rangkaian munajat yg sempat tersusun semusim lalu, betapa masih melekat disetiap rapal kesepuluh jemariku. "tak apa" katamu, memberiku keluasan nafas untuk tetap dapat menciumi wangi rindu lalu. Namun semakin sesak kurasa,entah karena apa. Dan pamitmu tadi, esok pagi hendak kemari. Bersamaku menanam melati di halaman ini.

[ Pada perbatasan fajar,02:13 Bukit kecil, Hkg ]
[baca selengkapnya...]

Maafkanlah aku...

0 comments
Maafkanlah aku yang tak dapat menjaga kunci ini 
Oleh : Agus Abdullah Nafarin


Dua matahari sudah terlewatkan, dan aku masih tetap menyimpan kunci mu --- dalam saku hatiku. Aku tahu kau pun sama, tapi selama ini tak satu pun diantara kita yang mau membuka pintu dan jendela. Mungkin udara tak sanggup menterjemahkan keluh kita, hingga api itu tiada nyala. Dan yang ada hanya kesan gelap menakutkan, dari api yang mulai menghitam.

Tahukah kau ?. Cerminku tak mampu untuk membuang kenyataan. Kau ada dalam benakku --- dalam hari-hariku. Namun aku ragu menghadapkannya, karena kau tertangkap terbitkan rindu. Ya, rindu --- rindu  yang titipkan duri dan perihkan hati. Dan hanya ketika tidurlah cerminku dapat menangkap bayangan bahagia antara kau dan aku.

Dan tahukah kau ?. Aku rela kau ada dalam urat darahku, tapi aku tak sanggup menepis renjana hatiku , “Aku cemburu”. Dan rawanku selalu membawaku pada kenyataan, “apimu telah menghitam”.
Aku takut tersesat dalam kegelapan jiwa. Dan aku tak ingin kehilangan aroma bunga. Seperti saturnus yang bercincin semu, tiadalah  hayat didalamnya.

Dan lagi, tahukah kau ?. Betapa tiada celah rawan itu menyelimuti hari-hariku. Rantai-rantainya yang kokoh membelenggu jiwaku. Ia menjadi benalu yang membingkai cerminku. Dan ia rabuk yang menggerogoti akalku yang baunya menusuk-lukakan dinding-dinding sadarku.

Namun yang ku harap !. Aku dapat mengubah bait rasaku menjadi untaian kata. Dan kunyanyikanlah ia lewat bunga,   sedang engkau terbang rendah mengitarinya.

Akhirnya dengan menggemakan nama-Nya yang sarat cinta.  Aku minta:  maafkanlah aku yang tak dapat menjaga kunci ini. Dan ku ucapkan untukmu: demi “Ar-Rum” yang menyatukan iklaslah jiwa jika kau bersemayam, dan demi “Al-Qamar” yang menentukan semoga rantai-rantainya putus dengan iradah Tuhan.
[baca selengkapnya...]

Surat untuk Kekasih

0 comments
Surat untuk Kekasih
Oleh : Perempuan di Keheningan


ku tuliskan selembar surat ini, di dadamu Kekasih...
 
bilakah Rembulan dan Matahari, di benturkan waktu dalam satu Gerhana syahdu ? batinku pun menanya hal yg sama, duhai Kekasih seperti pesan-pesan yang Kau sampaikan lewat merdu gemerisik dedaun tercumbu bayu, dan pada helainya ku titipkan jawaban sendu '...kita menunggu, menuju titik itu.
 
keheningan ini belum jua terpecah serupa dengan manisnya harap sua yang kian membuncah, meski sesekali asa kita dijerat ragu, oh ..sungguh aku pahami gelisahmu.
 
Kekasih...sesekali tinta jemari ini semerah darah, mengalir dari lambung prasangka yang Kau isyaratkan lewat runcing sapa, senyum sinismu pun kutengadah pasrah, rela sebab kutahu bukan tanpa alasan Engkau di jerujikan bimbang, yakinmu tentang setiaku mengambang. Kekasih...adakah yang lebih perih selain dari keraguanmu ? sedang dijantungku telah kukuncikan namamu agar tak tersinggahi, selain janjiku dan ikrarmu seperti paru-paru ku yg mengalirkan saturupa Nafasmu..
 
[ .... belum selesai kurangkai.... ]
[baca selengkapnya...]