Aku melihat rekah senyummu,
di belah kabut,
lalu meniris luruh bersama embun pagi..
Dan lenganku kutitipkan pada matahari,
memeluk hangat tubuhmu,
semoga jantungmu mengenalinya sebagai rindu...
Malam. Kubayangkan kau di sini, di pangkuan. Memetik angin mendawaikan lagu, seirama detak jantung memperjelas rindu. Pemandangan selalu lebih indah, ketika tatap matamu bersinar di pangkuan. Mungkin kau titipkan kerling matamu pada embun. Kukecup keningmu pada setangkai kuntum.