Showing posts with label tetes embun. Show all posts
Showing posts with label tetes embun. Show all posts

Aku rindu kamu dik...

0 comments
Aku melihat rekah senyummu, 
di belah kabut, 
lalu meniris luruh bersama embun pagi..

Dan lenganku kutitipkan pada matahari, 
memeluk hangat tubuhmu, 
semoga jantungmu mengenalinya sebagai rindu...
[baca selengkapnya...]

Selamat pagi senyuman dirindu

0 comments
Saat terbangun, akan lahir sebait puisi tiap pagi untukmu, Dinda. 
Bacalah berulang agar rindu selalu hadir untukmu.
Kepada pagi, aku titipkan rindu sehangat matahari, 
sejuk cinta sesejuk rasa sapa angin,

Untukmu Dinda...
Sapa pagi menyejukkan hati 
seperti embun yang menitik dalam dada ini.

Bersama embun pagi, 
rinduku berjalan mencari senyuman dirindui. 
Apakah Dinda ada disana? 
Peluk ragaku, hangatkan jiwaku.

Selamat pagi dinda, mari mengitari cahaya..
[selamat pagi senyuman dirindu]


[baca selengkapnya...]

Selepas bayangmu

0 comments

Aku mengasihimu bagai embun pada pagi,… bening. 
Hingga terik datang. Namun, aku akan tetap kembali setiap pagi tiba.

Mungkin aku tak akan pernah lagi mencium harum aroma tubuhmu 

tapi aku akan tidur dengan kenangan-kenangan itu 
hingga terlelap karena lelah mengenangmu.

Selepas bayangmu, sanggupkah aku melupakanmu?.
Selepas bayangmu, yang tersisa hanya kepiluan.


[baca selengkapnya...]

Kangen...

0 comments

Malam. Kubayangkan kau di sini, di pangkuan. Memetik angin mendawaikan lagu, seirama detak jantung memperjelas rindu. Pemandangan selalu lebih indah, ketika tatap matamu bersinar di pangkuan. Mungkin kau titipkan kerling matamu pada embun. Kukecup keningmu pada setangkai kuntum.

Jarak. Aku mencintaimu, maka rindu menjadi pertemuan paling indah ketika kamu tak di sisiku. Suaramu musik yang membebaskan aku dari sepi. Gemuruh. Aku dengar ombak di kejauhan, bagai ritmis jantung berdebar memecah sunyi. Memenuhi teluk hatiku dengan gemuruh laut yang tak pernah henti. Sebab hanya rindu mampu menyempurnakan percakapan kita, yang kadang tak bisa diakhiri dengan ciuman.

Malam lebih panjang. Memikirkan kamu seorang. Di balik cerahnya bintang, kaukah yang mengarahkan kompas hatiku. Untuk kutemukan doamu yang kautitipkan pada langit jauh. Jejak-jejakmu melindungi setiap kenangan, menciptakan bayangan yang berjaga di lensa mata. Sungguh, aku kangen kamu.
[baca selengkapnya...]

Penghujung subuh

0 comments

Malam mengubah segenap kisah menjadi bunga, 
dan pagi menyempurnakannya. 
Bening asa, bagi cita, juga cinta.

Tetes embun beranjak pergi 
ketika mentari datang menyapa, 
pagi tak ingkar janji 
setia mengajak rindu berpendar ceria.

Di penghujung subuh, aku berdoa dalam simpuh, 
semoga Tuhan menghendaki kita tetap teguh.


[baca selengkapnya...]