Showing posts with label malam. Show all posts
Showing posts with label malam. Show all posts

Malam

0 comments
harus berapa lama lagi kulalui waktu dan keadaanmu yang kelam..
berada di tengah manusia hidup namun terdiam...
merasakan bisikan metafisik begitu seram..

Malam..
kapaan kunikmati lagi anginmu yang berhembus kencang..
bergelut obrolan, asap putih, kopi dan kacang..
sambil sesekali bergumam "heeii.. siapa itu yang datang.."
aahhh..sudahlah.. mungkin ini hanya kejadian kemaren yang telang hilang..

Yogyakarta, 27 November 2013 - {02.00 AM}

[baca selengkapnya...]

Kupanggil Namamu

0 comments
Sambil menyeberangi sepi,
Kupanggili namamu, wanitaku
Apakah kau tak mendengarku?

Malam yang berkeluh kesah
Memeluk jiwaku yang payah
Yang resah
Karena memberontak terhadap rumah
Memberontak terhadap adat yang latah
dan akhirnya tergoda cakrawala

Sia-sia kucari pancaran sinar matamu
Ingin kuingat lagi bau tubuhmu yang kini sudah kulupa
Sia-sia
Tak ada yang bisa kujangkau
Sempurnalah kesepianku

Angin pemberontakan menyerang langit dan bumi
Dan duabelas ekor serigala
Muncul dari masa silamku
Merobek-robek hatiku yang celaka

Berulangkali kupanggil namamu
Dimanakah engkau wanitaku?
Apakah engkau juga menjadi masa silamku?

Kupanggili namamu
Kupanggili namamu
karena engkau rumah di lembah
dan tuhan, tuhan adalah seniman tak terduga
yang selalu sebagai sedia kala
hanya memperdulikan hal – hal yang besar saja

Seribu jari dari masa silam
menuding kepadaku
tidak,
aku tidak bisa kembali

Sambil terus memanggil namamu
amarah pemberontakanku yang suci
bangkit dengan perkasa malam ini
dan menghamburkan diri ke cakrawala
yang sebagi gadis telanjang membukakan diri padaku
penuh dan perawan

Keheningan sesudah itu
sebagi telaga besar yang beku dan akupun beku ditepinya
wajahku
lihatlah wajahku
terkaca dikeheningan
berdarah dan luka –luka dicakar masa silam

[Kupanggil Namamu]
[baca selengkapnya...]

Sepotong Rembulan untuk Berdua

0 comments
Sepotong Rembulan untuk Berdua

malam ini,
saat dikau menatap bulan,
yakinlah kita melihat bulan yg sama,
mensyukuri banyak hal,
berterima-kasih atas segalanya,
terutama atas kesempatan utk saling mengenal,
esok-pagi, semoga semuanya dimudahkan..

malam ini,
saat dikau menatap bulan,
yakinlah kita menatap bulan yang satu,
percaya atas kekuatan janji-janji masa depan,
keindahan hidup sederhana, berbagi dan bekerjakeras,
mencintai sekitar dengan tulus dan apa-adanya..

malam ini,
saat dikau menatap bulan,
yakinlah kita menatap bulan yang itu,
semoga yg maha memiliki langit memberikan kesempatan,
suatu saat nanti, dengan segenap pemahaman baik
menjaga kehormatan perasaan
kita menatap bulan,
dari satu bingkai jendela

orang yg bisa menjaga kehormatan perasaan,
bahkan dia tidak membiarkan siapapun tahu.
menyerahkan urusannya pada Tuhan langsung
[tere lije]
[baca selengkapnya...]

Sekedarnya

0 comments
Dan ketika pengakuan itu akhirnya terhembuskan pada sebuah malam, Aku hanya mendekap dada erat dan merasakan denyut kerinduan itu melembut, bergoresan dengan mimpi, berdenyar,
berkeletik dengan percik lilin semalam.
Tetapi lalu meretak dan melolong.
;sunyi memagut.

Ahh apakah aku terbaca selalu saja memeluk sunyi?
Aku hanya mengerti 'sepi'. 
Sebuah ruang getas yang meretas dalam beberapa bahkan mampu menjadi sepanjang waktu mencermati lalu lalang peristiwa.
Robekan mimpi yang kusembunyikan pun mengapung di benak nyata.
Ahh, aku sekedar menikmati kesendirian dalam duniaku.
[baca selengkapnya...]

Menjelang malam

0 comments
Membiarkan hati yang saling berbincang....

Tahukah kamu ?
Kata yang telah kau ucapkan beberapa waktu lalu itu, tersudut di pojokan kamarku. Kebingungan....

Ingin berlalu meninggalkanku tetapi tak mampu melewati pintu kamar yang tak pernah ku kunci. Bahkan jendela selalu kubiarkan terbuka. Karena ku pun merasa cukup gerah berdesakan dengan kata-katamu.
:mengakar di hati.

Lalu kata yang urung kau ucapkan padaku. Berjejalan dalam pikirmu. Mendesak dadamu, bergemuruh kadang tak terkendali. Aku tahu, seringkali membuatmu ingin memelukku erat. Kata-kata itu terlunta entah di persimpangan mana lagi, kali ini.
:berada diantara.

Kata bergelayut manja merayu di tepi-tepi bibirmu yang menghitam, bergetar ingin diruahkan. Pikir mereka,"untuk apa disimpan bertapa dalam kuluman lidah, bukankah ini adalah Anugerah seperti kata hatimu juga?" tetapi si empunya bibir hanya mampu tertegun. diam. (aku paham)
:galau.

"Biarkan hati yang saling bicara"gumamku tertidur.......
[menjelang malam]


[baca selengkapnya...]

Doa-doaku untukmu

0 comments

Ah,,,
'Lihat, langit biru menggelap sayang,,,'
malam telah datang, derap rinduku saling berkejaran,
dengan sayapku yg patah-patah, aku mengeja langit dan udara kali ini, ku nyalakan diam dalam doaku,,,

Hhh,,,,
Bumi membumi bersamaku sayang,,,
Bergerak dalam tubuh dan jiwaku yg gulana,
Mengombakan bait-bait rinduku untukmu,,,
Diantara ruas jemariku, pada garis tanganku, Engkaulah doaku yg paling biru,,,,

Dan malam kembali hening,sepi,,,,
bulan diam,bintang membisu, bahkan angin kelu,,,
Mendengar senandung lirih doa-doaku untukmu.
[baca selengkapnya...]

Rela walau tersakiti

0 comments

sebelum malam ditelan bisu
biarkan ku tenggelamkan diri pada kedalaman matamu,
sehingga terhanyut sepi
dalam sajak paling rindu....


[baca selengkapnya...]

Penghujung subuh

0 comments

Malam mengubah segenap kisah menjadi bunga, 
dan pagi menyempurnakannya. 
Bening asa, bagi cita, juga cinta.

Tetes embun beranjak pergi 
ketika mentari datang menyapa, 
pagi tak ingkar janji 
setia mengajak rindu berpendar ceria.

Di penghujung subuh, aku berdoa dalam simpuh, 
semoga Tuhan menghendaki kita tetap teguh.


[baca selengkapnya...]

Malam

0 comments

Malam..., peluklah aku dalam rindumu. 
Usap aku dengan rasa dinginmu. 
Dan... pandangi aku dengan cintamu.

Langit..., kau tampak bagai angkasa yang menaungiku
kau hitam tetapi indah dengan berbagai nyala bintang yang ada atas sana
bintang kecil kita terlahir darimu dan...
aku menanti bintang-bintang kecil lain darimu..., angkasaku...

Malam... tersenyum pada kami
dan..., aku bisa merasakan hangatnya malam ini....


[baca selengkapnya...]

Ranting Kering...

0 comments

Ranting kering hanya menangis digelapnya malam. 
Sayatkan satu goresan sepi di kisi nurani. 
Dan kau sedang asyikkah mengunyah mimpi ? 

Ranting kering itu hanya meratap di dini pagi 
saat kau pergi menjadi mimpi. 
Tanpa senyuman yang menentramkan. 

Ranting keringku, tiba saatnya untuk patah. 
Bukan lagi angin atupun badai.
Tapi karena kau yang tak pernah lagi singgah.



[baca selengkapnya...]

Kunanti janjimu...

0 comments

Untuk perempuan berwajah rembulan di sayab Jibril.
Aku selalu menanti di tepi kematianku,
Tapi aku tak kuat menanti lama dan mengubur rindu di pusara jiwaku.
Kubiarkan kerinduan itu mengembara, melayang dalam dimensi hening.
Kujaga aurora mata hati yang datang menyapaku










[baca selengkapnya...]