Showing posts with label Goresan Hati. Show all posts
Showing posts with label Goresan Hati. Show all posts

Angin

0 comments
Angin yang diciptakan untuk senantiasa bergerak dari sudut ke sudut dunia ini pernah pada suatu hari berhenti ketika mendengar suara nabi kita Adam menyapa istrinya untuk pertama kali, 
"hei siapa ini yang mendadak di depanku?"

Angin itu tersentak kembali ketika kemudian terdengar jerit wanita untuk pertama kali, sejak itu ia terus bertiup tak pernah menoleh lagi

--sampai pagi tadi:
ketika kau bagai terpesona sebab tiba-tiba merasa seorang diri di tengah bising-bising ini tanpa Hawa
[baca selengkapnya...]

Kekasih Para Pengasih

0 comments
“Sederhana, aku melihat Tuhan dalam dirimu!. Ketika aku melihatmu hatiku terasa damai.
Dan ketika aku melihatmu tertawa, ketika aku melihatmu bahagia, aku bisa jauh lebih damai”
Mencintai seseorang karena Tuhan, berarti mensyukuri apa yang Tuhan ciptakan pada dirinya.

Cinta yang sangat sederhana. Cinta yang tidak akan mengenal pamrih.
Cinta yang akan selalu ada dalam keadaan apapun. Senang, sedih, kaya atau miskin.
Cinta yang akan selalu ada walaupun paras yang semula cantik telah sirna.
Cinta karena Tuhan akan terasa cukup walaupun dalam keadaan susah.
Cinta yang akan menciptakan kesabaran, keikhlasan serta ketulusan.
[Aku mencintaimu karena Allah]

****************

"Aku Melihat Tuhan dalam dirimu... Aku harus berbuat apa ?"
Dan ketika kerinduan membawa sepasang kekasih untuk bersatu.
Jangan engkau tanya dahaga itu apa ?
Melainkan mereka akan menjawab dahaga itu adalah senyuman merekah yang tak kulihat.

Dan aku menjadi fakir ketika jejak langkahnya nan anggun tak ku temukan...
Salam rinduku untukmu kekasihku,
Kekasih Tuhan,
Kekasih Para Pengasih.
[baca selengkapnya...]

Duhai Kenangan

0 comments
Aku hanya mencoba menulis cinta yang ku ingat,
sebelum waktu membuatku terserak
lalu membawanya kian menjauh
dengan ingatan yang mulai merapuh
dan aku terjebak dalam gulita yang gundah.
:Ahh, bukankah tak ada yang lebih indah daripada mengenang ?

[Cintaku adalah Nadamu dalam Ragaku. Syairku dalam petikan dawaimu]


[baca selengkapnya...]

Seandainya...

0 comments
Seandainya...............:

1.
Ahh, seandainya saja bisa kuminta kembali kata-kata ajaib yang pernah kuucapkan padamu. Akan ku peti matikan kata itu. Bahkan helaan nafasku pun takkan menyadari tempatnya bersisian dengannya.
:ketika

2.
Andai saja melupakanmu semudah menutup pintu. Mungkin saat ini aku bisa menikmati kopi putihku dengan tenang tanpa di rajah debar rindu padamu yang benar-benar menjajah hatiku.
:sesal.

3.
Seandainya aku bisa menghilang dalam setiap kata-kata dalam puisiku, bahkan melebur dengannya. Mungkin sering kutemuimu disana. Pada saat kamu membacaku dengan hati yang...Entahlah...! 
tapi yang pasti ku mengetahui rasa debarmu.
:harap.
[seandainya]

[baca selengkapnya...]

Cukup Sudah

0 comments
Bukan siapa-siapa....
hanya aku yang berkejaran dengan waktu dan berbicara dalam puisi. 

memaksa huruf-huruf itu berderet disana, berjejalan.
karena aku tak sanggup bicara lagi !
itu saja.
[cukup sudah]

[baca selengkapnya...]

Kenang

0 comments
Terhidang segera... Kenang.

Nanar aku memandangi retaknya hari.
Menghitung berapa lama luka kian menganga.
Mengira-ngira berapa banyak yang sudah aku lakukan.
Sembari memunguti ceceran jejak di sepanjang perjalanan.

Ahh, bertambah usia tak menambah bijak. 
Ego selalu saja meraja.
gelap mata gelap hati
tak ada tempat.
tak ada tempat.
: Patah.

Gelisah di simpang tabu menjebak dalam sempit.
waktu bukan sekadar almanak, 
jalan berkelok pintu menguak lalu bergulat. 
Sudahi setiap sekat. 
Abaikan yang terasa. 
Pura-pura tak terasa. 
Pura-pura tak melihat.
:Terhidang segera. Kenang.... dalam setiap sudut pandang.

[baca selengkapnya...]

Rahasia

0 comments
Bukankah dirimu pun merawat rahasia ?
tak terpenggal apalagi terjegal samarnya kabut sekalipun.
tak tersusupi colekan nakal.
tak pula menyingkap tingkap birahi. melengkung menelikung. meliuk-liuk hiperbola....tertutup rapat.

Ughh,...
Benarkah tak terurai si kusut masai bila ingin.
Jari jemari hanya menari. meruahkan kata dalam aksara tanpa secuil pun mengigit. Rahasia tetaplah rahasia terjaga dan bertapa di bawah lidah itu, meski acapkali terkulum di bibirmu yang mengaduk liatnya sebuah rasa yang berhasrat yang amat aduhai....

:Ahh, rahasia itu tetaplah rahasia sayang....
[sampai mati, hanya kita berdua yang tahu]
[baca selengkapnya...]

Entah !

0 comments
Ada yang tertatih menghirup nafas,
menimbang-nimbang harga sebuah rasa, (cinta lagi)

Ada yang mencuri kepolosannya,
Ketika ternyata benar, Kesetiaan indah di dengar...
hanya pada sebuah atau beberapa lagu...
Terbunuh pada altar pengorbanan (?)
Lalu surut di hisap waktu.

Hhhh............
sanggupkah kau menatapnya berlamaLama?
Ketika dalam bening bola matanya tergores luka..
perhitungan pertimbangan kembali di mulai,dari awal...dari awal...dan dari awal...
Tak pernah selesai,
Tak ada ujungnya,
(hati kecil lain menghalangi?? )
...........
Entah !

[baca selengkapnya...]

Mungkin

0 comments
Mungkin sebentar lagi,
mengangkat secangkir kopi hangat di antara kepingan tawa yang tanpa aksara tetapi mampu kau rasa tanpa banyak bertanya...
:menerima.

Menerobos jendela meliuk lembut di antara helai rambut yang tak sengaja terbelai alunan bait mantera doa yg kerap singgah tanpa kau sadari menyelimuti, tanpa alasan...
:memberi.

Sebuah rindu,
seperti perahu yang di kayuh menuju pelabuhan yang jauh. 
Tapi berdegub lembut di jantung.
:kita.



[baca selengkapnya...]

Bingung

0 comments
Haruskah aku memahamimu tanpa kaupun pahamiku...?
Haruskah muara pengertianku yang hanya tukmu tak sejernih kemarin lagi....?
Bagaimana bila maafku tak ada lagi...?
Bagaimana bila penerimaanku yg hanya tukmu tak ada lagi....?
Bagaimana bila akhirnya aku diam dan tetap diam...?
Akan semudah itukah kau membuang semua tentang kita...?


[baca selengkapnya...]

Menjelang malam

0 comments
Membiarkan hati yang saling berbincang....

Tahukah kamu ?
Kata yang telah kau ucapkan beberapa waktu lalu itu, tersudut di pojokan kamarku. Kebingungan....

Ingin berlalu meninggalkanku tetapi tak mampu melewati pintu kamar yang tak pernah ku kunci. Bahkan jendela selalu kubiarkan terbuka. Karena ku pun merasa cukup gerah berdesakan dengan kata-katamu.
:mengakar di hati.

Lalu kata yang urung kau ucapkan padaku. Berjejalan dalam pikirmu. Mendesak dadamu, bergemuruh kadang tak terkendali. Aku tahu, seringkali membuatmu ingin memelukku erat. Kata-kata itu terlunta entah di persimpangan mana lagi, kali ini.
:berada diantara.

Kata bergelayut manja merayu di tepi-tepi bibirmu yang menghitam, bergetar ingin diruahkan. Pikir mereka,"untuk apa disimpan bertapa dalam kuluman lidah, bukankah ini adalah Anugerah seperti kata hatimu juga?" tetapi si empunya bibir hanya mampu tertegun. diam. (aku paham)
:galau.

"Biarkan hati yang saling bicara"gumamku tertidur.......
[menjelang malam]


[baca selengkapnya...]

Hanya Diam

0 comments
Dan ternyata diam kali ini lebih menenangkan 
meskipun disana terdengar cacimaki 
bahkan sumpah serapah meruntuhkan diam.

Aku hanya ingin diam.
:dengan hati yang tak henti merapalkan doa. 
Sejatinya lebih baik serahkan kembali segalanya Pada NYA.


[baca selengkapnya...]

Nikmati sajalah

0 comments
ketika jejak-jejak kenang terpaksa harus 'bubar' seketika...
Helaan nafas pasrah berlafazkan doa terhatur pada NYA.
dan koma masih kusematkan di alinea akhir...

aku menyentuhmu lewat suara dan bait-bait puitikku.
Kau menyentuhku dengan nada dasar beningnya sebuah anugerah rasa...
Bila akhirnya ada 'jeda'..... Nikmati sajalah
[baca selengkapnya...]

#Terimakasih

0 comments
Engkaulah Perempuan itu,,
yang telah meruntuhkan 'aku'
merompak sisa hatiku yang melara tanpa sisa
mencoba barengi membelah kelam
belajar dari tiap-tiap tetesan lukanya
meski acapkali gemetar tak tertahan ingin meruahkan sedusedan
:pelukmu selalu ada untukku.

"padma layu mengering
di atas batu hitam
dalam tumpukan padam
alpa pada apa yang terucap tertindak.
luka mengurai awal akhir, ujung hingga pangkal

:Engkaulah Perempuan itu yang telah meruntuhkan 'aku',merompak sisa hatiku yang melara......Tak biarkan tersisa.
#Terimakasih
[baca selengkapnya...]

Khayal tinggi tentangmu

0 comments
mataku terpejam dengan masih menggenggam
setangkai bunga mawar darimu

kutelanjangi tubuh malamku dipantai rindu
walau kegamangan melanda hatiku

aku tak sanggup menyembunyikan hasratku
untuk membelai lembut bibir langit dengan jemariku

pelan kuraih tubuhmu
dingin dalam kebekuan,
aku tak sanggup lagi menahan hasrat
yang terpendam diam tanpa bisa berucap
dalam pasungan kebimbangan
dan aku terhempas terombang-ambing
oleh hasrat cintamu.

[khayal tinggi tentangmu]


[baca selengkapnya...]

Teruntuk Rinduku

1 comments
Teruntuk rinduku
dan buku yang selalu saja
masih bisa ku lihat
pertanyaanya:

"Apakah kau sedang 'membaca'?"

Pertanyaan yang terngiang-ngiang, seperti tawon mencari mangsa sengatan. Dan aku sepertinya yang cocok di jadikan umpan. Apalagi malam membawa rasa sunyi, waktu yang pas untuk menguburku dengan buku-buku; kertas-kertas sebagai kafan, sampul sebagai patok kematian.

Inilah yang disebut inisiasi perubahan. Dari yang tidak mengerti menjadi memahami.

"Nadi-nadi imaji bedegup detakan nada tak beraturan
diatas partitur rindu-ku membaca kamu dengan kehati-hati-an."

Semesta memang kadang berbicara dengan bahasa yang aneh untuk menunjukan kita kebenaran. Dan saya sepertinya dialih pandangkan kearah ke kedua buku itu. Perempuan adalah sesosok misteri, hanya orang yang sungguh membacanya dengan kegigihan, akan terungkap rahasia-rahasia terpendam.

Harta karun perempuan adalah kesholehan.
[teruntuk rinduku]


[baca selengkapnya...]

Kenanga..

0 comments
dingin diammu membuat daun-daun hening dalam semusim.

Ingin sekali meminta pada Tuhan,
Jadilah kenanga
untuk taman hatiku

Jika takdir adalah cintaku kamu,
aku yang percaya kehendak-Nya adalah kebahagiaan.
Perempuan berharum kenanga,
ketuklah nafas-ku.

[baca selengkapnya...]

Kenanga.....

0 comments
Kenanga......
Setiap ingin ku panah dirimu dengan kerinduan. 
Kau telah duluan memanahku 
tepat dilubuk hati yang paling dalam. 
Tenang tapi menghanyutkan. 
Bagi kekasih, pasrah pada inginmu lebih mengasyikan.


[baca selengkapnya...]

Antara ada dan tiada

0 comments

dan tanpa sengaja,
bergulat kita dalam kata,
saling membelit memukau jiwa,
tiba-tiba begitu terasa, menggairahkan sunyi,
nuansa tercipta tanpa paksa,
Senyum pun ada.
:terhanyut.

putik itu madu
putik itu dalam dirimu
putik itu terkuncup diantara kelopak-kelopak lembut

putik itu ku cium
putik itu ku hirup harum
putik itu merona saat ku sentuh di titik antah berantah.


kau terpilih menjadi lebih diantara kata 
yang mulai gonjang-ganjing memuisikan segala notabene "timpang"

Ufthh, memikirkanmu,,,,
:antara ada dan tiada (?)
[baca selengkapnya...]

Setangkup Cinta

0 comments

Jantungku berdegup, perasaanku larut saat namamu menghentak,,
Mengemuka di gendang bana hati. 
Kesadaran bergulat dengan "Tahu". 
Tersiksa resah yang terlalu Dini menantang "Kepastian".
Inikah yang kamu inginkan dariku?
Betapa sulit dan rumit menikmati setangkup 'Cinta'.

[baca selengkapnya...]